Dublin Core
Title
Keadiluhungan Keris dalam Budaya Jawa.
Description
Keris atau curiga, kadga, suduk, wangkingan, dhuwung dibuat oleh seorang pandai besi yang disebut empu. Secara keseluruhan keris dan warangkanya akan tampak kesatuan yang harmonis antara seni pahat, seni ukir, dan seni patung. Penelitian ini akan membahas nilai estetika sebuah bentuk keris yang meliputi bagian-bagian keris, dhapur, pamor dan tangguh.
Penelitian tentang keadiluhungan keris dalam budaya jawa ini bersifat deskriptif kulitatif. Dalam penelitian ini, data berupa diksi-diksi bahasa Jawa yang berhubungan dengan keris. Sumber data berupa naskah-naskah Jawa yang memuat mengenai keris yaitu Serat Centhini Latin, Serat Bauwarna Padmasusastra, Kawruh Jejeran, Kriya Mranggi, Dhuwung Wesi Aji, dan Kajawen. Teknik pengumpulan menggunakan
content analisis dan teknik pustaka. Teknik analisis data melalui reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain memiliki unsur seni yang tinggi, keris juga dipercaya memiliki daya magis. Keris dalam perkembangannya telah menempuh masa yang sangat panjang
sejak jaman sebelum kerajaan Pajajaran, jaman Pajajaran, jaman Majapahit, jaman Demak Pajang, jaman Mataram sampai jaman Surakarta dan Yogyakarta.
Penelitian tentang keadiluhungan keris dalam budaya jawa ini bersifat deskriptif kulitatif. Dalam penelitian ini, data berupa diksi-diksi bahasa Jawa yang berhubungan dengan keris. Sumber data berupa naskah-naskah Jawa yang memuat mengenai keris yaitu Serat Centhini Latin, Serat Bauwarna Padmasusastra, Kawruh Jejeran, Kriya Mranggi, Dhuwung Wesi Aji, dan Kajawen. Teknik pengumpulan menggunakan
content analisis dan teknik pustaka. Teknik analisis data melalui reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain memiliki unsur seni yang tinggi, keris juga dipercaya memiliki daya magis. Keris dalam perkembangannya telah menempuh masa yang sangat panjang
sejak jaman sebelum kerajaan Pajajaran, jaman Pajajaran, jaman Majapahit, jaman Demak Pajang, jaman Mataram sampai jaman Surakarta dan Yogyakarta.
Creator
Nurnaningsih
Source
Nurnaningsih (2020). Keadiluhungan Keris dalam Budaya Jawa. Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture. https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/download/1582/pdf
Publisher
Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture
Date
Oktober 2020
Identifier
nfdbf
Text Item Type Metadata
Text
Penelitian tentang keadiluhungan keris dalam budaya Jawa ini bersifat deskriptif kulitatif. Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2001: 3) berpendapat bahwa “Metode kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis yang bisa diamati”. Adapun tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan nilai estetika sebuah bentuk keris yang meliputi bagian-bagian keris, dhapur, pamor dan tangguh. Dalam penelitian ini, data berupa diksi-diksi dalam bahasa Jawa yang berhubungan dengan keris. Sumber data meliputi berupa naskah-naskah Jawa yang memuat mengenai keris yaitu Serat Centhini Latin, Serat Bauwarna Padmasusastra, Kawruh Jejeran, Kriya Mranggi, Dhuwung Wesi Aji, dan Kajawen. Sumber data merupakan naskah Jawa cetak koleksi Perpustakaan Yayasan Sastra Lestari di Surakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan content analysis dan teknik pustaka. Teknik analisis data dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
