Dublin Core
Title
Keris jawa "kamardikan" (teknik, bentuk, fungsi dan latar penciptaan)
Description
Penelitian tesis dengan judul “ KERIS JAWA KAMARDIKAN “
( Teknik, Bentuk, Fungsi dan Latar Penciptaan ), ini berusaha
mengungkap permasalahan yang berkaitan dengan eksistensi
keris kamardikan dalam konteks sosial dan budaya. Secara
historis keberadaan keris kamardikan merupakan lanjutan dari
tangguh keris sebelumnya dan bagian dari warisan nenek moyang
yang berupa budaya bendawi. Sebagai budaya bendawi keris
kamardikan memiliki, bentuk, teknik dan fungsi dengan ciri-khas
dan keunikan sendiri.
( Teknik, Bentuk, Fungsi dan Latar Penciptaan ), ini berusaha
mengungkap permasalahan yang berkaitan dengan eksistensi
keris kamardikan dalam konteks sosial dan budaya. Secara
historis keberadaan keris kamardikan merupakan lanjutan dari
tangguh keris sebelumnya dan bagian dari warisan nenek moyang
yang berupa budaya bendawi. Sebagai budaya bendawi keris
kamardikan memiliki, bentuk, teknik dan fungsi dengan ciri-khas
dan keunikan sendiri.
Creator
Kuntadi Wasi Darmojo
Source
http://repository.isi-ska.ac.id/536/1/Tesis%20Kuntadi.pdf
Publisher
PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT SENI INDONESIA ( ISI ) SURAKARTA
Date
2013
Type
Thesis
Identifier
nfdbf
Text Item Type Metadata
Text
Keris kamardikan dalam masyarakat Jawa memiliki peran yang cukup penting. Semenjak tahun 1970-an dan berlanjut terus hingga sekarang, dari kreativitas seninya telah memunculkan beragam bentuk dhapur keris, yakni: dhapur tangguh (klasik/konvensional ) dan dhapur kreasi ( kontemporer ). Kreativitasnya muncul karena faktor internal ( personal ) dari diri seniman keris kamardikan, dan secara ekternal dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Secara individual, mereka bertindak sebagai kreator dan komunikator yang kemudian mendapat tanggapan dari masyarakat pendukungnya. Sebagai indikatornya adalah munculnya berbagai organisasi pecinta keris yang merupakan agen kegiatan perkeris dan lembaga pendidikan seni.
Eksistensi sebuah warisan budaya tradisi di lingkungan masyarakat Jawa khususnya, diwujudkan pada peristiwa budaya yang tradisonal. Keris memiliki kedudukan yang penting yaitu selain sebagai tanda dan simbol, yang sarat dengan tontonan dan tuntunan, juga dipakai sebagai media pengakuan, yang apabila zaman kerajaan sebagai legetimasi kekuasaan raja, sekarang berubah menjadi media branding dari eksistensi seorang pemangku jabatan pemerintah.
Eksistensi sebuah warisan budaya tradisi di lingkungan masyarakat Jawa khususnya, diwujudkan pada peristiwa budaya yang tradisonal. Keris memiliki kedudukan yang penting yaitu selain sebagai tanda dan simbol, yang sarat dengan tontonan dan tuntunan, juga dipakai sebagai media pengakuan, yang apabila zaman kerajaan sebagai legetimasi kekuasaan raja, sekarang berubah menjadi media branding dari eksistensi seorang pemangku jabatan pemerintah.
