Dublin Core
Title
Asal usul dan karakteristik keris Sumenep
Description
Buku ini ditulis secara khusus dengan tujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang keris tradisional Sumenep yang masih terbilang langka. Pembaca yang tertarik dengan keris sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia juga dapat menggunakan buku ini sebagaireferensi.
Buku ini dibagi menjadi lima bagian yaitu bab pertama membahas tentang sejarah dan asal usul keris sebagai warisan budaya bangsa, bab kedua membahas tentang perkembangan keris di Madura dan Sumenep khususnya, bab ketiga membahas tentang bagian dan anatomi keris. keris, dan bab keempat membahas filosofi keris dan bagian-bagiannya.Bagian kelima dan terakhir dari buku ini adalah glosarium istilah-istilah yang berkaitan dengan keris dan bagian-bagiannya. ciri-ciri dan atribut keris Sumenep dibahas baik pada bagian keris maupun bab kelima.
Buku ini dibagi menjadi lima bagian yaitu bab pertama membahas tentang sejarah dan asal usul keris sebagai warisan budaya bangsa, bab kedua membahas tentang perkembangan keris di Madura dan Sumenep khususnya, bab ketiga membahas tentang bagian dan anatomi keris. keris, dan bab keempat membahas filosofi keris dan bagian-bagiannya.Bagian kelima dan terakhir dari buku ini adalah glosarium istilah-istilah yang berkaitan dengan keris dan bagian-bagiannya. ciri-ciri dan atribut keris Sumenep dibahas baik pada bagian keris maupun bab kelima.
Creator
Mohammad Herli
Edy Purwanto
Source
https://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:cEYf9UPenssJ:scholar.google.com/+artikel+berkaitan+keris&hl=en&as_sdt=0,5&as_vis=1
Publisher
Wiraraja Press
Date
2015
Format
Language
Identifier
nfdbf
Text Item Type Metadata
Text
Detail-detail bagian keris yang dapat diletakkan padabagian tubuh keris disebut dengan ricikan. Anatomi tubuh bilah keris berfungsi sebagai wadah dasar untuk menyematkan unsur ricikan pada bagian tertentu pada bilah keris. Perbedaan ricikan yang dimiliki oleh bilah keris akan mempengaruhi penamaan dhapur-nya, karena dhapur keris memang tergantung pada ricikan yang dimiliki dalam tiap bagian anatomi tubuh bilah keris. Secara garis besar, sebuah keris dapat dibedakan dalam bentuk lurus dan berkelok (luk). Perbedaan dua jenis bentuk keris tersebut memiliki konskuensi penamaan bagian anatomi yang berbeda pula. Keris lurus mempunyai empat pembagian anatomi, yaitu pucukan sebagai bagian keris yang paling ujung, awak-awakan atau bagian tengah tubuh, bangkèkan sebagai bagian pinggang keris bila dipersonifikasikan seperti manusia, dan terakhir adalah sor-soran yaitu bagian yang terbawah daribilah keris. Adapun keris berkelok hanya memiliki anatomipucukan, luk, dan sor-soran saja.
